1000407996
PENGARUH SIKAP GURU DAN TEMAN TERHADAP SEMANGAT BELAJAR SISWA

Pendidikan sangat penting dalam kehidupan kita. Pendidikan bukan hanya belajar tentang 

ilmu pengetahuan, tapi juga belajar menghargai orang lain serta membantu diri untuk masa 

depan.

Sekolah bukan hanya tempat belajar, ujian, dan mendapatkan nilai, tapi di sekolah ada banyak 

hal lain lagi, seperti bertemu teman, bercanda bersama, dan membuat kenang-kenangan.

Tapi, ada juga siswa yang kurang nyaman di sekolah. Bukan karena tidak suka sekolahnya, 

melainkan pertemanannya yang kurang baik. Entah sering dijadikan bahan candaan atau 

sering dikucilkan.

Sejak SD sampai sekarang, saya mempunyai mata pelajaran yang sangat saya sukai. Namun, 

terkadang saya tidak semangat dengan pelajaran itu, bukan karena pelajarannya susah, tapi 

saat belajar ada hal yang membuat rasa semangat saya berkurang di mata pelajaran itu.

Di situ saya mulai sadar bahwa pelajaran yang kita sukai tidak akan membuat kita semangat 

saat mengikutinya. Suasana kelas dan cara guru mengajar juga sangat berpengaruh.

Guru memang mempunyai hak untuk menegur siswa yang melakukan kesalahan. Tapi, cara 

menegur juga harus diperhatikan. Jika kesalahannya harus ditegur secara pribadi, sebaiknya 

siswa dipanggil dan ditegur tanpa diketahui orang lain. Karena teguran di dalam kelas pasti 

membuat siswa merasa malu, apalagi cara menyampaikannya membuat siswa merasa 

direndahkan.

Ada juga guru yang suka menjadikan siswa sebagai bahan candaan atau roasting di dalam 

kelas. Mungkin bagi guru itu hanya candaan, tapi tidak semua siswa perasaannya sama. 

Bercanda memang boleh, tapi kita harus tahu batas agar tidak menyakiti perasaan orang lain.

Menurut saya, sebelum menyalahkan siswa, guru juga perlu memberikan kesempatan kepada 

siswa untuk menjelaskan bagaimana kejadian sebenarnya. Jangan langsung menyalahkan 

siswa tanpa mengetahui yang sebenarnya.

Menegur itu sangat boleh, tapi jangan membuat siswa kehilangan rasa percaya dirinya. 

Tujuan menegur itu membantu siswa memperbaiki kesalahan, bukan mempermalukannya.

Dan biasanya ada guru yang jarang masuk kelas hingga siswa ketinggalan pelajaran. Hal 

seperti ini sangat sering terjadi.

Guru dan siswa sama-sama mempunyai tanggung jawab. Siswa harus belajar sungguh-

sungguh, sedangkan guru harus menjalankan tugas dengan baik. Jika guru berhalangan 

masuk kelas, sebaiknya diberi tugas supaya waktu belajar siswa tidak terbuang begitu saja.

Teman juga sangat berpengaruh terhadap semangat belajar kita. Ketika melihat teman yang 

rajin belajar, kita jadi termotivasi untuk melakukan hal yang sama.

Persaingan di kelas itu sangat boleh, tapi kita harus bersaing secara sehat. Ketika teman 

dapat nilai bagus, kita harusnya termotivasi lebih giat lagi belajar, bukan malah merasa iri 

atau berusaha menjatuhkannya dengan segala cara.

Dan ketika ada teman yang mengalami kesulitan belajar, kita harus saling bantu, tapi jangan 

memperlihatkan jawaban, melainkan hanya membantu cara mengerjakannya.

Pertanyaan untuk Guru

1. Apa tantangan terbesar Ibu dalam menjaga semangat belajar murid?

Tantangan terbesar saya adalah membuat murid merasa bahwa belajar itu penting dan 

bermanfaat bagi mereka. Setiap murid memiliki latar belakang, minat, dan kondisi yang 

berbeda. Ada yang mudah bosan, ada yang kurang percaya diri, dan ada jg yang yang 

gampang teralihkan sama HP atau masalah di luar sekolah. Akibatnya, semangat belajar 

mereka bisa naik dan turun.

Untuk mengatasinya, saya berusaha:

• Mengenal murid satu per satu, sehingga saya tahu apa yang membuat mereka bosan atau 

kesulitan.

• Memberi apresiasi atas usaha murid, sekecil apa pun, bukan hanya atas nilai yang baik.

• Menciptakan suasana kelas yang aman, sehingga murid tidak takut salah dan berani 

mencoba.

2.Bagaimana menegur murid tanpa mempermalukannya?

Prinsip saya, yang saya tegur itu perilakunya, bukan orangnya. Misalnya, bukan bilang ‘kamu 

malas’, tapi ‘Ibu lihat tugasmu belum dikumpulkan, ada kendala apa?’. Dan sebisa mungkin 

saya tegurnya secara pribadi, tidak di depan teman-temannya, karena kalau dipermalukan, 

anak biasanya malah jadi malu atau melawan.

Langkah yang biasa saya lakukan:

– Memanggil murid secara pribadi, misalnya setelah pelajaran selesai atau di luar kelas.

• Berbicara dengan tenang dan sopan, tanpa nada marah, sindiran, atau perbandingan 

dengan murid lain.

• Mendengarkan alasan murid, karena mungkin ada kendala yang tidak saya ketahui.

• Memberi arahan dan harapan yang positif, lalu mengapresiasi bila ia sudah berubah.

Jika harus menegur saat pelajaran berlangsung, saya cukup memberi isyarat halus, 

mendekati tempat duduknya, atau mengingatkan secara umum tanpa menyebut nama. 

Dengan cara ini, murid tetap merasa dihargai dan lebih mudah menerima nasihat.

3.Seberapa penting hubungan baik antara guru dan murid?

Hubungan baik antara guru dan murid sangatlah penting, karena menjadi dasar keberhasilan 

proses belajar. Murid yang merasa dihargai, aman, dan didukung akan lebih berani bertanya, 

berpendapat, dan mencoba hal baru, termasuk ketika mereka melakukan kesalahan. 

Sebaliknya, jika hubungannya renggang atau penuh rasa takut, murif cenderung pasif dan 

enggan belajar.

Hubungan yang baik juga membantu memahami kebutuhan dan kesulitan setiap murid, 

sehingga bimbingan yang saya berikan lebih tepat. Selain itu, murid lebih mudah menerima 

arahan, nasihat, dan teguran dari guru yang mereka hormati dan percayai. Namun, hubungan 

baik tetap harus disertai batasan dan sikap profesional, agar wibawa guru terjaga dan disiplin 

serta agar murid tidak menganggap gurunya sebagai teman biasanya.

Pertanyaan untuk Siswa

1. Apa yang membuat kamu kurang semangat belajar?

Saat belajar dan cara menjelaskan materi yang cukup membosankan atau yang berpusat 

pada ceramah saja.

2.Bagaimana perasaanmu jika dijadikan bahan candaan di kelas?

Tentu saja merasa sedih dan kecewa pada teman teman kelas

3.Apakah temanmu pernah membuatmu lebih semangat belajar?

Pernah

Menurut saya, sekolah bukan cuma tempat untuk belajar dan mendapatkan nilai, tetapi juga 

tempat kita belajar menjadi lebih baik. Guru dan teman punya pengaruh besar terhadap 

semangat belajar kita. Walaupun terkadang kita merasa bosan, kita harus tetap berusaha dan 

berkembang untuk meraih cita-cita.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait